Jumat, 29 Juni 2012


CEMAMAT EPOSODE 3

“Aaaahh. .. kenapa mesti udah masuk lagi sih. Padahal gw belum 

sempet. Ngapa ngapain, mana laper lagi”.

Kadang memang menyebalkan, ketika bel masuk berbunyi, bagi para siswa atau siswi yang belum sempat membeli sarapan ke kantin. Karena malas berdesak desakan, ataupun 

karena menggunakan waktu istirahat untuk mengerjakan tugas. Dan harus rela 
kelaparan, karena bel tanda masuk  berbunyi sebelum tugas selesai. 

Meski begitu aku tidak sama sekali, benci dengan belajar. Aku sangat menyukainya. Bahkan mencintainya. Sekolah dan sekolah dari senin hingga sabtu, membuat hidupku berarti.
mulai dari menulis, membaca, mengarang. Menjawab berbagai pertanyaan, bahkan hingga mengerjakan pr pun. Sangat aku nikmati. 

Selain kegiatan belajar, alasan ku cinta pada sekolah bukanlah karna, sekolahku termasuk sekolah unggulan di serang. Namun memang, aku mencintai aroma sekolah. Mulai dari hiruk pikuk para siswa dan siswi, yang datang dari berbagai macam suku dan berbagai macam daerah. Berkumpul disini. Mejeng, gaul, ketawa ketiwi. Kutu buku. Model. Berantakan, semuanya ada di sekolah. 

Hihi menyenangkan bukan. Tentu saja menyenangkan, tidak ada satu apapun yang tidak menyenangkan kalau kita bisa melihatnya dari sudut pandang yang baik, aku sangat yakin keluhan keluhan para siswa siswi yang tidak suka sekolah itu. Karena mereka hanya malas, dan sudah terkontaminasi dengan kehidupan di luar tanpa mau lagi melihat kehiudupan di dalam. Karena aku yakin apapun yang berbau sekolah pasti menyenangkan kecuali *backsound mati*  KAMAR MANDI * JENG JENG* .

Perkenalkan Namaku Asri Mustika, aku duduk di bangku kelas sepuluh. Di sebuah sma negri di kota serang. Aku termasuk orang yang pendiam, dan suka menyendiri di kelas 
 saat jam istirahat, karena aku bukanlah tipikal orang yang suka bergaul sana sini saat jam istirahat. Kesempatan istirahat kebanyakan aku gunakan untuk membaca novel, 

dan aku sudah menghabiskan ratusan novel selama aku sekolah, sejak kelas satu sekolah dasar hingga sekarang.
 orang sepertiku, tidak banyak di ingat oleh guru. Apalagi teman,  Pastilah kamu tau, dan aku juga sangat yakin. Orang orang sepertiku pasti ada di setiap sekolah di dunia, aku bukanlah murid nomor satu di kelas, apalagi di sekolah. Meski begitu aku tetap berusaha. Untuk menjadi yang terbaik.

Parasku yang terbilang cantik. Tetap tidak membuatku terkenal di sekoalah karena sifat pendiamku. Sampai akhrinya Banyak teman temanku yang kaget dan tidak percaya. Kala berpaspasan dengankku di luar sekolah, sebab di sekolah aku sangatlah biasa dan tidak pernah memakai make-up. Rok rampel. Dan baju yang kebesaran. Rambut yang di gerai lurus panjang. Serta sepatu 
sekolah hitam standart yang kebanyakan anak perempuan sekarang, malah jarang menggunakannya. Sedangkan. Ketika sedang berada di luar aku lebih suka bergaya casual dan cuek. Tanktop putih. Dengan jeans panjang, serta sandal teplek. Yang menjadi favoritku. 

aku ingat saat segerombolan anak anak ips, terkaget kaget melihatku di mall beberapa waktu lalu. Mereka heran betapa bedanya aku saat di luar dan di dalam sekolah, sejak saat itu. Akupun menjadi perbincangan anak ips. Dan beberapa diantara mereka mulai mendekatiku, dan mencoba mencari tau nomor telepon genggamku.

Tidak sama sekali, terlintas di benaku, untuk pacaran. Karena aku sudah berjanji pada kakek untuk tidak pacaran sebelum menyelesaikan sekolahku hingga sarjana satu nanti.

Hari itu, aku sekolah seperti biasanya. ini adalah hari senin. Dimana seluruh anak sekolah, mulai dari taman kanak kanak hingga sekolah menengah atas sepertiku. Melaksanakan upacara bendera.
terik matahari yang menyilaukan mataku, membuatku pusing, pusing dan pusing. Tidak seperti hari hari biasanya. mamah yang biasanya membuatkan ku sarapan tiap pagi, hari ini tidak dapat membuatkannya karena mamahku sedang berada di bandung bersama papah untuk urusan pekerjaan. Alhasil akupun tidak sarapan dan perutku kosong hingga upacara di mulai saat ini.

keringatku bercucuran. Baju seragamku terlihat basah sedikiit demi sedikit, karena keringat yang keluar dari pori pori sekitar leher. Kini mulai turun semakin deras, kala sorot matahari semakin terang seiring waktu berlalu dan bertambah siang.

Aku yang tidak kuat menahan pusing dan mual akhirnya, menyerah. Dan akupun memanggil para murid ekskul pmr, yang berada di barisan paling belakang, untuk membawaku ke uks. Tempat dimana setiap murid yang sakit di bawa untuk di tangani. Disana aku di beri minyak kayu putih, dan di berikan teh hangat. Agar tubuhku kembali sedikit bugar.

tidak lupa mereka pun menyuruhku untuk merebahkan badan di kasur yang sudah di sediakan.

Di ruangan uks ini, aku hanya berdua besama kakak kelas ber-rompi pmr yang membawaku ke uks ini. Di dalamnya terlihat beberapa box box yang terbuat dari kayu berwarna putih dengan lambang lambang berwarna merah, yang sudah terlihat usang, di sudut sebelah kiri aku meilhat beberapa perban jelek, yang nampaknya sudah bertahun tahun berada disitu dan tidak di pedulikan lagi, 

lantai uks ini terbilang bertanah. Kotor dan atapnya yang terbuat dari asbes, membuatnya kian lembab, di tambah sarang laba laba yang hinggap di sudut sudut langit langit. Membuatku geli melihatnya, meski begitu. Aku tidak bisa membangkitkan tubuhku karna sakit. Ya sudahlah, mau bagau mana lagi.

Tidak lama aku berada di ruangan itu, kakak kelas yang membawaku tadi pamit untuk kembali kebarisannya kembali. Dia menutup pintu uks dan meninggalkan ku seorang diri.
entah kenapa...

Aku....merasa...sepii.. sepi se sepi sepinya. Ruangan ini memang di kenal angker, karena bersebelahan dengan kamar mandi di sekolah ini. Kamar mandi yang jarang di minati siswa sekolah, karena cerita cerita yang beredar disini. Kemudian.
*jeng jeng jeng*

“Haahh!”

huft, hampir copot jantungku di buatnya. Lega rasanya melihat ada anak perempuan lain yang masuk ruangan ini, setidaknya. Aku jadi tidak sendirian lagi disini. Kulihat, wajahnya memang sangat pucat. Dan dia tergopoh gopoh berjalan seorang diri. Eh, seorang diri?

“kak, emang kemana anak pmr nya?”
Di tidak menjawab, dan seolah tidak mendengar perkataanku tadi. Yah mungkin karena sedang sakit, jadi dia tidak menghiraukan perkataanku tadi.

Sekarang, dia telah berbaring di salah satu tempat tidur yang terletak di sudut tembok sebelah kiri ku. Di uks ini memang hanya mempunyai tiga tempat tidur dan. Itu berarti, tempat tidur yang tepat berada di tengah, kini kosong. Dan seolah memberikan jarak padaku agar aku tidak mengganggu si pasien baru tadi.

Akupun memperhatikan, pasien baru itu. Kuperkirakan dia adalah anak kelas sebelas, tubuhnya pendek, dan tidak kurus namun tidak gemuk. Dengan kaus kaki panjang. Dan sepatu sekolah biasa. 

Rambutnya yang panjang di kepang kuda. Wajahnya yang pucat. Serta alis yang tipis. Membuatku penasaran dan sangat ingin tahu, ia menderita penyakit apa. Tapi. Kupikir pikir toh pertanyaanku tadi saja tidak di jawabnya, buat apapula aku bertanya kembali. Malah nanti, dia akan kembali terdiam.

Tidak terasa akupun tertidur dan, akhirnya di bangunkan oleh seorang anggota pmr, yang bilang bahwa upacara telah selesai. Ia juga bertanya perihal aku telah sehat atau belum.

yah meski aku masih merasa sedikit pusing, namun tidak apalah. 
Aku paksakan sedikit. Terlebih aku tidak ingin ketinggalan mata pelajaran bahasa inggirs kesukaanku yang ada usai upacara. Maka akupun memutuskan untuk kembali ke dalam kelas. Tidak lupa aku berterimakasih atas perawatannya kepada anggota pmr barusan, yang telah membangunkanku.

Belum sempat melangkah, akupun teringat, akan anak yang satu ruangan saat di uks bersamaku tadi.

“eh, kak. Kalo boleh tanya, yang tadi di uks. Sama aku itu, kelas 

berapa yah?. Kayaknya pucet banget tau, kasian. Kok dia gak ada yang nganter tadi?”

Saat aku melontarkan pertanyaan itu, sang kakak kelas anak pmr tersebut, nampak bingung dan malah bertanya kepada anggota lainnya. Namun..

Dia....bilang...harii...ini yang sakit hanya aku !!

Aku masih bingung dengan apa yang terjadi pada hari senin beberapa waktu kemarin itu. Sejak saat itu, aku terus mencari anak yang waktu itu bersamaku di uks. Terbaring di kasur ke tiga itu. Namun tidak kunjung ketemu.

Kakak kakak dari ekskul pmr pun, sudah bersumpah serapah. Ketika aku bertanya untuk ketiga kalinya. Dan jawabannya pun sama, mereka tidak tahu menahu sama sekali.

Lalu, siapakah dia?

Masalah ini, membuatku jadi berantakan. Entah kenapa aku terus kepikiran dengannya. seorang siswi perempuan berkepang dua.
Ini sudah minggu kedua aku memikirkan masalah ini, dan aku belum menemukan informasi tentang si siswi berkepang dua itu. Entah kenapa rasa penasaran yang teramat besar, menjadikan aku terus mencarinya tiap hari. Bertanya dan terus bertanya kepada hampir seluruh orang di sekolahan ini.

Sampai sampai

“ah!! ITU DIA !!”

Aku berteriak histeris, ketika aku melihatnya sekilas. Diantara kerumunan siswa siswi yang tengah keluar dari LAB bahasa dekat uks itu.

aku sangat yakin dengan mata kepalaku ini. Aku melihat siswi berkepang dua itu baru saja melwati kerumunan para siswa kelas sepuluh yang keluar dari LAB bahasa.
Tanpa banyak basa basi, aku pun berlari. Dengan tertatih tatih. Sambil memanggil manggilnya.

“kaaakk, kakakk, tunggu!!”

Aku terus memanggilnya, namun dia tetap berjalan perlahan menuju, ke kamar mandi siswa. *backsound mati* kamar mandi sebelah uks.

Laju lariku sedikit demi sedikit mulai melambat. Hingga akhirnya aku berjalan, karena tahu. Yang ia tuju adalah kamar mandi siswa sebelah uks.

Jantungku mendadak berdegup cepat. Saat tahu ia hendak kesana. Aku ragu. Sebab langsung terngiang di otaku, cerita cerita yang pernah kudengar dari. Teman teman sekelasku. Tentang ke angkeran kamar mandi itu.

Ah, tapi bukankah ini adalah siang. Dan bukanya yang aneh aneh itu adanya malem malem doang?

Aku pun memberanikan diri. Mencoba melawan rasa takut yang datang di benaku demi menghampiri siswi berkepang dua yang masuk kedalam kamar mandi sebelah uks.

Langkah.. demi langkah.. pelan namun pasti... aku pun hampir tiba di uks.. dan saat aku hendak menaiki anak tangga menuju kamar mandi. yang terpasang tepat di sebelah uks.

“aaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!”

AKU TERIAK SEKENCANG KENCANGNYA !. SAAT AKU HENDAK MELANGKAH KE ANAK TANGGA PERTAMA. AKU DI KAGETKAN DENGAN SESEORANG YANG MEMEGANG PERGELANGAN TANGANKU!!
 PULUHAN SISWA SISWI YANG ADA DI KEJAUHAN, MENDADAK MELIHAT KE ARAHKU. AKU MENJADI PUSAT PERHATIAN DALAM SEKEJAP! JANTUNGKU BERDEBAR CEPAT 

*deg deg deg* BULU KUDUKU MERINDING HINGGA KELEHER 

DALAM SEKEJAP! NAFASKU CEPAT. HINGGA AKU SESAK!

“mau kemana neng asri..? kamar mandi itu mah, gak ada aernya..”
Pak engkus. Penjaga kantinku, menghentikan langkahku di anak tangga pertama menuju ke kamar mandi yang konon angker di sekolahku itu. Akupun lemas dan terduduk di anak tangga itu, untuk menenangkan diri sejenak.

Saat itu, pak engkus mengatakan hendak menaruh ember dan gayung yang telah ia gunakan untuk menyiram tanaman di kamar mandi itu. Tapi..

Aneh rasanya. Pertanyaan besar mendadak terlontar di kepalaku saat, aku melihat beberapa kembang yang biasa kulihat di kuburan ada di dalam ember itu. Ember yang berisi air kembang. Dan gayung, hendak apakah dia?

Akupun menjelaskan tentang cerita siswi kepang dua yang masuk ke dalam kamar mandi tersebut. Pak engkuspun mengatakan dirinyalah yang akan mencoba melihat kedalam dan, memastikan apakah siswi tersebut ada atau tidak di dalam.

Dan tidak lama kemudian, diapun keluar dan berkata. Bahwa di dalam kamar mandi, tidak ada satu orang pun!

Aku heran, dan ingin memastikannya langsung, namun pak engkus menahan dan melarangku. Aku kesal sekali, karena ia tidak memberikan alasan apapun. Tentang mengapa aku tidak boleh masuk ke kamar mandi itu.

Senada dengan bel pulang berbunyi, para siswa dan sisiw. Tempatku belajar terlihat berbondong bondong, keluar dari kelas menuju ke parkiran motor dan mobil, dan sebagian yang lainnya berjalan ke arah pintu gerbang sekolah. Tapi..

Aku masih tetap di mejaku, sendirian di dalam kelasku. Hari ini kami para siswa kelas sepuluh, pulang sore, karena ada pelajaran tambahan, yang setiap minggunya rutin kami ikuti.

Tadi malam aku sudah menyiapkan segala macam peralatan yang menurutku mungkin berguna, apabila di butuhkan nanti.
Ya. Aku akan pergi. Dan memastikan, ada apa di balik misteri. 
Kamar mandi sebelah uks yang di sebut sebut angker oleh para siswa di sini. Kamar mandi yang tidak boleh aku masuki oleh pak engkus pada tiga hari yang lalu.

Meski mengantuk, namun aku tidak boleh tidur, dan tetap harus awas. Meski saat ini keadaanku tengah bersembunyi di dalam lemari yang cukup besar yang ada di dalam perpustakaan sekolah.
Aku memlilih bersembunyi disini karena memang, setauku satu satunya tempat yang tidak pernah di kunci hanyalah perpustakaan, buku buku yang tidak bernilai jual. Dan tidak menjadi incaran para pencuri berada.

Jam di hanphone ku menunjukan, sepuluh malam. Terasa sunyi dan asing. Untuku yang tidak pernah sama sekali, menginjakan kaki di sekolah pada malam hari.

Aku perlahan mencoba keluar.. dari perpustakaan. Dan menyusuri lorong di sekolahku, dengan mengendap endap perlahan.
Terlihat. Pak engkus dan bang amrin sekuriti sekolahku, tengah mengobrol di pos jaga mereka. Sedangkan aku mengintip dari sela sela jendela ruang kelas dua belas ipa dua. Dan aku sangat yakin mereka tidak akan sadar bahwa aku masih berada di dalam sekolah ini.

Pelan...peeelaaann.. langkaaah..ku hampir sampai di uks sekolahku berada..

mendadak, hembusan angin malam yang dingin, kini membuat suasana kamar mandi yang ada di sebelahnya kian misitis aku rasakan..

Tapi nampaknya rasa penasaranku mengalahkan segalanya. maka. Akupun meneruskan langkahku hingga aku telah tiba di depan tiga buah anak tangga yang belum sempat selesai aku naiki tiga hari yang lalu.

Mencoba melawan rasa takut, aku melangkahkan langkah kaki ku di anak tangga pertama dengan hati hati, namun tetap mengawasi sekitar kalau kalau pak engkus atau bang amrin mengetahui keberadaanku yang nekat berada di sekolah paa larut malam seperti ini...anak tangga keduaa selesai ku telusuri.. dan langkah kakiku sampai di anak tangga ketiga yang artinya tinggal selangkah aku berada di kamar mandi yang ada di sebelah kananku ini.

Na...mmmu...uuunnn.. se...sssee..eeppperti tidakk percaya dengan mata kepalaku sendirr..iii pemaanndaanggaannnn, peeee pemaandangan yang mengejutkan ada di hadapanku saat ini!!

Aku melihat dengan jelas, sosok siswi berkepang dua yang aku cari cari selama ini. Dia berdiri tertunduk. Kearah tembok kamar mandi yang gelap gulita karena tidak ada cahaya lampu yang meneranginya.

Samar samar oleh cahaya terang bulan yang redup malam itu, aku mencoba mengulurkan tanganku. Ke arahku, mencoba menyapanya dengan menepuk pundaknya dari belakang. Tapi..

*suara kucing ngeong kenceng*

“haahh!” suara napas ketahan takut kedengeran sama orang,
Hampir merasakan berhentinya jantungku kala kucing yang lari berasal dari kamar mandi, menabrak kakiku. Dan mengagetkanku.
kucing itu sempat mengalihkan pandanganku, sampai ketika aku melihat kembali ke arah siswi itu. Namun ternyata dia ..

HILANG! KEMANA DIA !! AKU TIDAK MERASAKAN BAHKAN MENDENGAR, LANGKAH KAKI SIAPAPUN BARUSAN !!!

Penasaran. Akupun mencoba memaksakan diriku dan masuk kedalam kamar mandi itu, dan melewati gerbang kamar mand yang sudah tidak berpintu itu,. Dengan perlahan..

Tercium bau busuk, yang tercampur dengan bau pesing, dari arah dalam tiap tiap bilik yang ada di dalam kamar mandi yang sudah bertahun tahun tidak terpakai itu.  Terlihat coretan coretan yang sudah tidak jelas lagi bentuknya mewarnai dinding itu,. Gelap dan sunyi kurasakan, dan tengah tengah kegelapan. Aku melihatnya kembali. aku melihat sosok si siswi berkepang dua. Masih dalam keadaan berdiri. Di dalam salah satu bilik, berdiri di depan kloset yang ada di dalam bilik itu, caha terang bulan yang redup. Membuatku samar samar melihatnya. Aku mencoba menerawang dari atas hingga ke bawah, memastikan benar tidaknya yang ada di hadapanku ini adalah. Dia.

Dua kepang ciri khasnya, terpasang dengan rapih, dengan karet rambut berwarna hijau gelap. Dan anehnya dia masih menggunakan seragam. Lengkap dengan roknya, dan sepatu yang persis waktu itu aku lihat.

“ka.....kk,, kkkaakkkaakk...”

Perlahan aku memanggilnya, dari arah belakangnya, berharap dia menoleh atau sekedar menjawab panggilanku....
dan, tidak seperti panggilan panggilan ku yang sebelumnya. Kali ini dia nampak menggerakan kepalanya. Sediki..tt demi..sedikit... mencoba menoleh ke arah sebelah kiri,...tanpa menggerakan bahu dan badannya sedikitpun..dan...

KKKKKK...EEEEKKEEEEE...KKEEEPALAAANNYYAA.!!! KEPAALANYAAAA TERUS BERPUTAR, MELAWATI SUDUT NORMAL MAUNUSIA SAAT MENOLEH !!
KKEEEEE..KKEPALANYA BERPUTAR SERATUS DELAPAN PULUH DERAJATT!!
BAA.BADANKU TIDAK DAPAT BERANJAK WALAU HANYA SATU SENTI SEKALIPUN..... akkuuuu takuuttttt. Akuu ingin teriak tapii tidak bisaaaaaa..

Jelas terlihat wajah pucatnya yang melihatku dengan tajam..... matanya yang tajam menatapku........akuu jatuuhhh terduuduk. Karena kakiku lemas melihat hall seperti ini......
Aku tidak mampu berdiri.....diiaaaaa dengan kepala menghadapku dan badan menghadap tembok melihatku, dan mulaai melebarkan mulutnyaa.......

Me....mmmeee...meee MENCOBA MELBARKAN SENYUM SELEBAR LABARNYA !! HINGGA  MULUTNYA ROBEK DAN MENGELUARKAN DARAH!!

KINI SENYUMNYA MELEBAR  HINGGA MENYENTUH ALISNYA YANG TIPIS ITU!!!

Diiiiidddddddd....ddiaaa masih melihatkuu.. tanpa bernjak sedikitpunn..

Mataaaa....dan  pandangankuu tidaaakk bisa lepas dari matanyaa.... aku takuuttttt........

Ingin rasanya aku keluarr dari tempat ini. Tapi tidak bisa... kaki ku tidak dapat di gerakan saking takutnya.......

“AAAAAHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!*

Kurasakan, empuk dan hangatnya tempat tidur di tempat badanku di rebahkan. Dan ketika mataku terbuka. Aku melihat sosok mamah dan papahku yang cemas dengan keadaanku, disitu juga ada pak engkus yang menolongku saat aku jatuh pingsan di kamar mandi.

Pak engkus berbohong kepada papah dan mamah, tentang kelakuanku di sekolah agar mereka tidak marah kepadaku, dan demi menjaga rahasia yang ada di sekolah itu.
Dan ketika kutanya tentang apa yang kulihat saat di sekolah tadi malam ia bercerita..

Bahwa sosok itu adalah, seorang siswi yang bunuh diri karena depresi, setelah dirinya di perkosa di kamar mandi itu, oleh tiga orang siswa yang menculiknya dan menyekapnya saat di uks, yang kemudian menggirinya ke kamar mandi itu, untuk di gagahi.
Dan tidak lama selang kejadian itu. Tiga siswa cabul tersebut mati mengenaskan dengan kecelakaan yang tidak lazim.

_END_

DENGARKAN TERUS #CEMAMAT DI #BoardingNite only on 96,1 Prima Radio 
DIRECTED BY : RIZKI IRAWAN SUPORTED BY : INDOSAT  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar